Minggu, 09 Januari 2011

KISAH SUKSES DEWI MOTIK PRAMONO


 DEWI MOTIK PRAMONO
PUTRI AYU BISNIS INDONESIA

Tahun 1991 adalah tahun penuh arti bagi Dewi Motik. Betapa tidak, tahun inilah dia mendapatkan cobaan yang cukup berat dan sulit. Oleh seorang warga Amerika, ia dituduh anti kenaikan upah buruh. Tuduhan yang diberikan kepadanya, tidak tanggung-tanggung bertanya, fotonya disebar-luaskan di seluruh penjuru dunia sebagai profil wanita penekan buruh dari Indonesia. Akhir-akhir ini Dewi Motik sering menjadi sorotan pembicaraan masyarakat. Selain hal semacam di atas, ia memang termasuk tokoh yang acap kali menjadi pembicara di berbagai forum, juga aktif di berbagai kepanitiaan secara akbar semacam Festival Istiqlal. Yayasan Putri Ayu yang dipimpin dan didirikannya sejak tahun 1981, menjadi perdebatan nasional. Sampai sekarang pemilihan putri ayu sudah terlaksana 11 kali memperebutkan piala Ibu Tien Suharto. Pemerintah pun seperti tidak keberatan kalau Yayasan Putri Ayu, mengirim pemenang tahun 1991 (gadis keturunan Suku Dayak – Kalimantan) pada acara Miss Universe ke Bangkok. Disamping itu, belakangan ini juga, Dewi Motik berhasil melakukan ekspansi bisnisnya. Dia bekerjasama dengan Departemen Transmigrasi membuka areal seluas 5000 ha di Sumatera Selatan. Di sana mereka membuka lahan PIR yang diperbaharui dengan dana dari Bank Dunia. Kesuksesan lain: tahun 1991, Dewi Motik berhasil merampungkan pembangunan IWAPI berlantai 4 di Kali Pasir, Jakarta, sebagai perwujudan perjuangannya mengembangkan ketrampilan kaum wanita Indonesia. Semua itu dilakukannya demi kesejahteraan kaum hawa itu secara khusus, dan kesejahteraan bangsa secara umum.
Banyak hal yang terjadi pada diri Dewi Motik. Semua itu merupakan hasil dari deposito pengalaman dan perjuangannya bekerja keras sejak masih Remaja. Kesuksesan itu juga, membawa Implikasi tertentu, kasus tuduhan Amerika di atas tadi sebagai salah satu Contohnya. Lepas dari itu semuanya, banyak hal yang perlu dipelajari dari diri seorang wanita Indonesia super aktif ini, setidaknya, sebagai bahan perbandingan bagi Remaja putri khususnya, dan bagi generasi muda umumnya. Sejak umur 14 tahun, Dewi Motik (Sri puspa Dewi Motik) sudah terbiasa mempunyai uang sendiri. Banyak cara yang dilakukannya untuk mendapat uang. Contohnya, main sulap. Ketika beliau masih Sekolah Dasar di Menteng, Jakarta Pusat, bersama teman-teman sebayanya, sangat menggemari main sulap yang dilakukan oleh seseorang Om dekat sekolah mereka. Om pemain sulap itu di mata Dewi Motik, luar biasa. “Sudah disenangi orang dapat duit lagi,” katanya mengenang masa-masa indah itu.
Dewi Motik mendatangi rumah Om itu dan meminta diajari main sulap. Rahasia om itu merubah sapu tangan menjadi kucing, bunga jadi uang, akhirnya dengan mudah diketahui Dewi Motik. Dari permainan sulap ini, Dewi Motik yang lahir 10 Mei 1949 itu, bisa menyenangkan orang sambil mendapat uang. “Orang tua saya tidak melarang main sulap, asal kegiatan saya itu tidak melanggar kaidah agama dan tidak menentang norma masyarakat,” ujarnya. Masa Remaja Dewi Motik penuh dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Bukan saja karena orang tuanya termasuk kelas menengah saat itu, tetapi lebih karena apa saja yang dilakukannya tidak mendapat pengawasan yang berlebihan dari orang tua. Keinginannya untuk mengetahui bermacam-macam hal, termasuk main sulap di atas, menyebabkan banyak temannya menyebutkan over acting.
Sejak usia itu, Dewi Motik memang sudah memperlihatkan jiwa kepemimpinan dan kepeloporan di tengah teman-temannya. Ia disenangi karena ia bisa memperjuangkan kepentingan teman-temannya, juga karena ia relatif bisa meminjamkan uang atau mentraktir kawan-kawannya itu. Tidak sedikit yang membencinya, namun alasan membencinya itu, terutama karena Dewi Motik punya banyak kelebihan. Termasuk kelebihannya meraih simpatik banyak teman pria sekelasnya. Seringkali sikap Dewi Motik tidak perduli dengan keadaan, ia melihat laki-laki itu sama saja dengan perempuan, mempunyai otak, punya tenaga, dan berperasaan. Bukan hanya kaum wnita yang sering kalah bersaing dengan dia, tetapi juga teman-teman prianya. Apalagi, Dewi Motik sebagai keturunan orang Palembang, mempunyai kulit putih yang mulus. Sosoknya yang tinggi semampai disertai dengan geraknya yang menarik dan tidak berkelebihan, menjadikannya pusat perhatian orang setiap kali ia hadir dalam sebuah pertemuan. Kecantikannya semakin lengkap dengan rambut panjangnya yang sampai sekarang dipelihara dengan baik. Itulah sebabnya Ikatan Mahasiswa Jakarta pada tahun 1968, memilih Dewi Motik sebagai Ratu Luwes. Wajar kalau kemudian banyak pria yang dekat dan menjajal kemampuan merebut hatinya. Namun, baginya, sikap teman-teman pria itu merupakan peluang emas yang perlu dimanfaatkan. Lalu, ia menawari mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Tentu saja, banyak di antara mereka yang patuh.
Kendati mereka termasuk keluarga kaya, namun ayahnya ingin melihat anaknya hidup mandiri. Bisa melakukan apa saja yang bersifat positif. Ayah Dewi Motik bernama Basyaruddin Rahman Motik, seorang pengusaha ekspor impor yang terkenal di zamannya. Ia tidak melarang Dewi Motik mencari duit. Ia sangat mendukung segala macam kegiatan Dewi Motik asal berkaitan dengan kemajuan dan kemandirian. Praktek semacam inilah yang banyak memberi warna pada diri Dewi Motik, anak ke-4 dari 9 bersaudara itu. Ketika Dewi Motik belajar Bahasa Inggris di Kedutaan Perancis, ayahnya senang sekali. Itulah kelebihan Dewi Motik, di masa remajanya, mampu bicara dalam bahasa Inggris, Walau pengucapannya masih banyak yang salah.
Belajar dari sikap ayahnya itu, Dewi Motik tidak setuju pada orang tua yang melarang anaknya cari duit. “Apa salahnya, sambil Sekolah, juga mencari uang?” Menurut Dewi Motik, anak-anak akan berkembang cepat apabila bidang yang dipilihnya itu sangat disenangi. Ia menyarankan, orang tua sebaiknya memilih bidang kegiatan yang juga disenangi anak-anak mereka. Tatkala Dewi Motik berumur 17 tahun, ia mendapat kiriman majalah Remaja “Seventeen” dari kakaknya (Kemala Motik) yang lagi belajar di Amerika Serikat. Dalam majalah itu, Dewi Motik melihat satu disain sepatu yang sangat menarik. Timbul ide untuk membuatnya, lalu, ia pun mencari tukang sepatu. Kebetulan di belakang gedung SMA-nya (SMA Teladan Setia Budi) ada tukang sepatu. Setelah mengetahui berapa biaya yang diperlukan. Dewi Motik mengambil tabungannya dan memberi modal kepada tukang sepatu itu. Dengan modal Ro. 2.500 sepasang, Dewi Motik sukses menjual puluhan sepatu itu kepada teman-temannya dengan harga Rp. 5.000 sepasang. Ia gembira, karena disain yang dipilihnya disenangi teman-teman SMA-nya. Ia bangga karena perhitungannya tepat dan mendapat untung yang lumayan pula.
Di rumah, Dewi Motik suka membantu ibunya memasak. Mereka memasak kue bersama. Ibu Dewi Motik sering ketemu dengan istri-istri pegawai kedutaan, terutama kedutaan Amerika Serikat. Dari ibu-ibu itu, Ibu Dewi Motik mendapatkan pengalaman dan juga mendapat sebagian bahan-bahan kue yang enak. Suatu ketika, orang Kedutaan minta dibuatkan kue yang enak, Dewi Motik memanfaatkan kesempatan itu. Setelah mendapat modal, ia pun membuatnya. Hasilnya Dewi Motik mendapat uang. Ibunya tidak marah. Kegiatan masak memasak ini dilakukannya terus menerus. Ini pula yang menyebabkan Dewi Motik terpilih sebagai Ketua Sub Konsorsium Usaha Jasa Boga dan Memasak Depdikbud (1984 – 1987 ; 1987 – 1990). Selanjutnya, pada tahun yang hampir bersamaan Dewi Motik terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Boga Indonesia Pusat (1987 – 1999). Kebiasaan Dewi Motik untuk bekerja dan mencari uang sendiri, terus berkembang. Ketika pekan raya Jakarta yang kedua, ia menjadi penjaga salah satu stan di pekan raya itu. Orang tuanya membolehkannya.
Pada tahun 1970, Dewi Motik mulai kuliah di IKIP Rawamangun. Ia memilih jurusan pendidikan, karena baginya profesi guru itu adalah profesi yang mulia. Apalagi ayahnya pernah menjadi guru di Taman Siswa. Saat itu guru sangat terhormat di masa masyarakat. Di kampusnya, kebiasaan Dewi Motik tak pernah ketinggalan. Ia menjual kue dan sepatu kepada penghuni dan pengunjung kampus. Setelah menyelesaikan sarjana mudanya, Dewi Motik memperdalam ilmunya ke Amerika Serikat. Ia mengambil Jurusan Seni Rupa Florida International University, Miami, USA (1971 – 1974). Ia merantau ke negeri orang dengan modal take and give. Kalau nggak ada uang cukup dengan memberi perhatian atau sapaan. Ketemu Satpam, tak ada salahnya kalau di beri sapaan. Dari Indonesia, Dewi Motik membawa sejumlah souvenir sebagai hadiah kepada roang-orang disana. Ia merasa bahwa ia orang asing di Negara Paman Sam itu. Souvenir yang dibawahnya antara lain: patung Bali, perhiasan dari tulang, manik-manik. Teman-temannya se-asrama sangat suka dan ingin mendapatkan hadiah-hadiah itu. Dibeli dengan harga berapa pun mereka mau. Keinginan orang-orang Bule itu merupakan peluang bagi Dewi Motik. Otaknya mulai berputar. Dia jalan-jalan ke toko-toko yang menjual barang- barang asal Asia yang mirip perhiasan dari Indonesia. Ia melihat di tempat penjualan souvenir Philipina dan Thailand, banyak yang mirip. Dewi Motik membeli barang-barang itu, lalu merubah bentuknya sedikit sehingga mirip dari Indonesia, lalu di jualnya kepada para bule-bule yang “gila” perhiasan Indonesia itu.
Di kampusnya ia buka pameran barang-barang perhiasan. Disebutnya “Oriental Bazar” . Pengunjungnya membludak, order banyak yang masuk. Acara itu sangat sukses. Dari pameran dan bazaar ini Dewi Motik tentu saja mendapatkan banyak uang.
Ketika musim libur tiba. Dewi Motik mencari kesibukannya, dia menjadi pelayan di salah satu keluarga di Amerika Serikat. Ia ingin merasakan bagaimana caranya menjadi pelayan itu. Seumur-umur ia selalu ditemani pembantu. Sekali-sekali ada keinginannya merasakan bagaimana menjadi pelayan. Ia bekerja sebagai baby sitter di salah satu keluarga di sana.
Disamping itu Dewi Motik juga pernah menjadi waitress di Howard Johson Restoran. Di situ ia mendapatkan pengalaman bagaimana cara orang Amerika menyiapkan makanan. Makanan apa yang sangat mereka gemari, menjadi pengalaman berharga buat Dewi Motik. Lebih dari itu, ia juga mendapat duit. Dengan duit itu, liburan ke Eropa (sesuai anggaran dari Ayahnya), bisa diperpanjang sampai ke Mexico. Ketika ayahnya tahu hal itu, ayahnya tentu saja kaget.
Ada cerita menarik ketika Dewi Motik menjadi pekerja sebagai waitress di Howard Johnson Restoran itu. Ia tidak memiliki Social Security Number (SSN). Mendapatkan itu harus ditest lebih dahulu. Dewi Motik malas mengikuti prosedur itu karena masih diperlukan biaya dan juga belum tentu lulus. Dengan modal postur tubuhnya yang tinggi dan warna kulitnya yang putih ia mencoba membaur di barisan orang-orang Cuba yang mirip dengan dirinya. Orang-orang Cuba dianggap yang berpengalaman dan pasti sudah punya SSN, itulah yang menyebabkan Dewi Motik lolos dari pemeriksaan, bisa kerja dan mendapat dolar yang lumayan.
Dewi Motik sempat 4 tahun di AS, ia menimba banyak ilmu di sana, ia juga mendapat banyak pengalaman yang berharga. Selang waktu inilah yang banyak memberi pengaruh pada hidupnya sesudah itu. Tahun 1974 ia kembali ke Tanah Air. Ia membantu ayahnya, meneruskan usaha ekspor-impor. Dewi Motik untuk pertama kali menjadi pedagang semen. Saat itu belum ada pabrik semen di Indonesia. Ia juga menjadi agen mobil Merk Datsun dan agen sepeda.
Tahun 1974-1975, Dewi Motik menjadi agen semen. Untuk mengambil semennya, ia mondar mandir menjumpai Pak Onggok dari PT Ratu Salju ke Pluit. Denga pakaian blue jeans dan mengendarai mobil pick up, Dewi Motik masuk ke daerah penjualan semen yang asal Korea itu. Rata-rata yang kesana adalah keturunan Cina. Dewi Motik dianggap Cina. Ia juga memang pura-pura jadi orang Cina. Karena ia pada bulan Ramadhan melakukan ibadah puasa, maka ia dipanggil Mualaf Cina yang masuk Islam. Saat itu ia agak sedih mendengar istilah itu.
Dalam kegiatannya sebagai pedagang itu, Dewi Motik masih menyempatkan dirinya ikut kegiatan persatuan Wanita Indonesia. Juga ikut kadin. Ayahnya kemudian meninggalkan bisnis ekspor-impor, berpindah ke bisnis sewa menyewa rumah. Sehingga Dewi Motik mesti lebih konsentrasi pada bidang eksport-impor itu.
Rupanya kegiatan di atas belum cukup buat Dewi Motik, ia juga menyisihkan waktunya untuk mengajar di lembaga pendidikan milik Ikaran Sarjana Wanita Indonesia. Belakangan, di beberapa tempat lain ia juga mengajar. “Sayang kalau ilmu ini tidak dibagi-bagi buat orang lain,” ujarnya.
Dampak dari pikiran dan sikapnya itu. Dewi Motik diminta sebagai pembicara dibanyak forum. Ratusan kali ia menjadi pembicara di berbagai seminar. Ia biasanya mengulas masalah kewiraswastaan, kemandirian, etika berbusana, dll. Bahkan pernah sekali ia diminta oleh Kedutaan Belanda untuk menghadiri seminar di Curasao, Amerika latin, bekas jajahan Belanda. Mereka berangkat kesana selama 36 jam perjalanan. Capek sekali. Tiba di Curasao pukul lima pagi waktu setempat.
Sehubungan dengan penampilan Dewi Motik di berbagai forum sebagai speaker, mengharuskan ia memakai pakaian dengan model-model menarik dan maju. Akibatnya ia jadi panutan. Sebelum itu, pada tahun 1974, Dewi Motik pernah dinobatkan sebagai Top Model of The Year oleh sebuah Yayasan pengembangan mode.
Tahun 1976, Dewi Motik bersama kakaknya Kemala Motik, melakukan sebuah terobosan yang sangat penting bagi kaumnya. Mereka mendirikan wadah bagi pengusaha wanita. Mereka sebut Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Melalui lembaga ini, mereka ingin menjalin kerjasama antara sesama pengusaha wanita Indonesia. Di samping itu, mereka juga mencoba meningkatkan ketrampilan mereka sebagai pengusaha, sambil mengajak lebih banyak lagi wanita lainnya untuk bekerja dan mencari nafkah serta berusaha memperluas kesempatan kerja bagi orang lain.
Kesibukannya sebagai pengusaha, keaktifannya sebagai pengajar, dan tugasnya sebagai pimpinan organisasi, mengharuskan Dewi Motik selalu berusaha mempersiapkan sesuatu sebelum acara atau peristiwa terjadi. Mulailah ia terbiasa membuat skedul kerja, membuat rencana kerja, membuat tulisan makalah dan penjelasan tertulis. Kebiasaan baru ini, mengantar beliau untuk menjadi seorang penulis. Maka dari tangannya, keluarlah sebuah karya tulis. Yang pertama; Cintaku Tuhanku (kumpulan sajak). Kedua, Yang sopan yang santun. Etika berbusana dan pergaulan pada umumnya, adalah bukunya yang ketiga.
Ia mengaku bahwa rampungya tulisan itu, sangat dibantu oleh dua rekan wartawati, Titi Juliasih dari Mutiara dan Mary Zein dari Kompas. Baginya, wartawan sangat bermakna. Ia adalah ibarat ajinomoto dalam makanan kita. Tanpa wartawan dengan karya-karya tulis mereka rasanya kehidupan belum pas. Atas komentarnya, ia mendapat kiriman 1 karung ajinomoto. Dewi Motik masih mampu menyisihkan waktunya untuk menulis di banyak media, di Pelita, Surabaya Post, Famili, Femina dan beberapa media lainnya.
Aktivitasnya sebagai pengusaha, sebagai guru dan penceramah, aktifis organisasi, penulis buku dan kolumnis beberapa media, menyebabkan Dewi Motik dikenal secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Beberapa tahun kemudian, sebuah lembaga menobatkannya sebagai Wania Karir Ideal tahun 1977. Empat tahun sesudah itu, ia dinobatkan sebagai wanita popular. Kesenangannya memakai busana yang baik dan sopan setiap hari, mendorong dia menulis etika berbusana di atas, dan karena kegiatan itu pula ia terpilih sebagai wanita berbusana terbaik tahun 1983. Enam tahun sesudah itu. Dewi Motik terpilih sebagai wanita executive berbusana terbaik.
Dewi Motik amat menjaga tata kesopanan, ia tahan kerja keras dari pagi hari sampai tengah malam. Kalau sudah capek, ia juga bisa tidur dimana saja, sepanjang tidak mengganggu situasi. Ia mengaku bisa tidur pulas bila sedang dalam penerbangan dari Amsterdam-Singapur.
Kini, ia bersama suaminya tercinta sangat bahagia dengan dua putera puteri mereka. Anak pertama bernama Moza kelas III SMA sedang anak yang kedua adalah Adimza kelas I SMP Al Azhar. Suaminya, Pramono Soekasno, dikenalnya sejak mereka masih SMA, lewat acara Pesta Dansa Barata. Pria kekar turunan Solo itu bekerja di Pertamina. Mereka pacaran selama 9 tahun dan akhirnya kawin 9 Mei 1975.
Tahun 1977, Dewi Motik menjadi Ketua Iwapi Jaya. Kiatnya memimpin wanita pengusaha di DKI adalah dengan pendekatan kebawah. Kalau ada pengurus dan anggota yang sakit. Dewi Motik mengajak yang lain untuk membesuk. Demikian juga kalau ada acara pribadi pengurus dan anggota, yang lain mesti datang. Pendekatan selanjutnya adalah melakukan rapat di rumah atau di tempat usaha pengurus atau anggota. Hal ini penting, yang di datangi mendapat kehormatan karena orang datang ke rumahnya atau ke tempat usahanya. Pengurus langsung mendapat laporan tentang perkembangan dan kelemahan usaha anggotanya. Keuntungan lain: biaya pertemuan tidak masuk beban organisasi.
Pada umurnya yang ke 33, tahun 1982. Dewi Motik terpilih sebagai Ketua Umum IWAPI. Dalam memimpin organisasi, ia tidak suka marah, tapi sangat sedih kalau generasi muda itu tidak mau belajar dan sukanya santai saja. Banyak generasi muda di mata Dewi Motik agak kurang memberi perhatian untuk merancang masa depan mereka.
Sebagai contoh, ia sedih pada generasi muda yang bekerja sebagai pemborong gedung IWAPI berlantai 4 itu. Gedung bernilai 750 juta itu tidak dikerjakan dengan baik. Tehelnya nggak lurus, plafonnya juga banyak yang bengkok. Sudut-sudut betonnya terlihat kurang rapi, catnya tidak merata.
“Padahal gedung ini merupakan pusat kegiatan IWAPI, pusat pendidikan dan latihan IWAPI, juga tempat beroperasi koperasi IWAPI. Kalau mereka tidak sukses mengerjakan gedung ini, bagaimana orang lain bisa mempercayakan mereka membangun gedung baru lagi,” tambah Dewi Motik agak emosi. Setelah tamat dari IKIP tahun 1985, Dewi Motik langsung ambil S2 tahun 1988 ia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Pusat. Dia satu-satunya wanita disitu. Ia tidak merasa risih, karena baginya pria atau wanita sama saja. Nilai ini juga berlaku dalam keluarga mereka, posisi laki-laki sama dengan wanita. Tokoh wanita yang jadi idolanya tidak ada. Yang ia kagumi hanya Nabi Muhammad. Kalau pun ada tokoh Kartini, kehebatannya sebetulnya hanya pada penalarannya, ujar Dewi Motik. Menurutnya, Kartini mempunyai kelebihan untuk memprediksi apa yang akan terjadi jauh ke depan, seperti Alvin Tofler si peramal dari Amerika Serikat itu.
Peristiwa penting dalam sejarah kewiraswastaan Dewi Motik, terjadi tatkala Rombongan Delegasi Perdagangan Indonesia berangkat ke Eropa. Dalam rombongan yang dipimpin oleh Menteri Prof. Dr. Soemarlin, Dewi Motik ikut melihat pabrik garment di kota Manchester, Inggris. Ia melihat bahan pabrik garmen seperti itu bisa juga dibuat di Indonesia. Sekembalinya dari sana ia langsung membangun pabrik garment di tanah mereka yang kosong di Pulo Gadung (1981), PT Arrish Rulan. Perusahaan yang memproduksi jeans dan jacket ini berdiri di atas tanah seluas 5.000 m2, mempekerjakan karyawan 700 orang.
Tujuh tahun kemudian ia juga bersama keluarganya yang lain membangun pabrik garment yang kedua di Tanjung Priok (PT Fauzi Dewi Motik). PT ini memiliki karyawan 300 orang. Bangunannya adalah gudang yang tidak dimanfaatkan sebelumnya. Luas tanahnya 5000 m2.
Atas kegiatan usahanya itu, dibarengi dengan keaktifannya sebagai pembicara di berbagai forum, dan tulisan-tulisannya. Presiden RI Jenderal (purn) Soeharto, atas nama pemerintah menyerahkan penghargaan kepada Dewi Motik sebagai “Orang Muda Yang Berkarya”. Tepat pada Upacara puncak HUT Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1988 di Balai Sidang Jakarta.
Makin banyak usahanya, makin intensif kegiatannya, ia juga mendapat untung yang semakin banyak, tapi ia merasa ada yang belum beres. Ia berpikir kurang bagus kalau hanya menerima saja, sebaiknya memberi juga diintensifkan. Lalu, pada HUT yang ke 40 tahun 1989, Dewi Motik mendirikan De Mono. Sebuah lembaga pendidikan ketrampilan dan kewiraswastaan yang komplit.
Bersama Arleen Djohan wirawan, SH menyiapkan semua keperluan sekolah itu. Tepat hari ulang tahunnya, 10 mei 1989, Gedung De Mono yang berlantai IV itu diresmikan oleh Menteri Perdagangan RI, DR Arifin Siregar. Saat itu banyak pengusaha terkenal hadir, seperti Bob Sadiro, dll. Artis juga banyak yang hadir, acaranya sendiri dipandu Koes Hendratmo. Tentu saja, sebagian besar pengurus IWAPI datang.
Mata pelajaran pada lembaga pendidikan ini antara lain: kerja praktek dalam merintis pembukaan usaha di bidang perdagangan dan ekonomi, kepemimpinan, kewiraswastaan, pemasaran, perpajakan, perbankan, psikologi, dll. Mata pelajaran itu, diteruskan acara tatap muka dengan pengusaha nasional terkemuka dan pimpinan bank-bank pemerintah dan swasta.
Nama De Mono adalah singkatan dari namanya dan nama suaminya. De-wi Motik dan Pra-mono. Dan istilah De Mono ini adalah nama Dewi Motik dalam surat cintanya setiap kali mengirim kepada mantan pacarnya Pramono puluhan tahun yang lalu.
Ide pendirian De Mono pada awalnya timbul karena sebelumnya Dewi Motik sering mendapat surat cinta. Banyak sarjana yang minta pekerjaan padanya. Bahkan banyak orang tua yang suka nitip anaknya dicarikan pekerjaan. Awalnya senang bisa bantu cari kerja. “Namun lama-lama nggak enak lagi, kewalahan,” uangkapnya kesal.
Dewi Motik pernah memberi ceramah di tengah-tengah 200 sarjana pengangguran. “Saat itu saya tergerak untuk mencari pekerjaan buat mereka, tapi pekerjaan apa, dan mereka bisa apa?” gumam Dewi Motik dalam hati. Di Iwapi punya pengalaman mendidik ibu-ibu untuk menjadi pengusaha kecil. “Kalau ibu-ibu RT saja bisa, masa sih sarjana tak bisa?” bisik Dewi Motik memperkuat sikapnya mendirikan sekolah kewiraswastaan.
De Mono kini telah melepaskan hampir 1000 orang alumninya. Sebagian besar telah berhasil pula membuka usahanya. Mereka sering mengundang Dewi Motik untuk meresmikan pembukaan usaha mereka itu. “Adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya ketika saya sedang meresmikan usaha rintisan alumni De mono,” ungkap Dewi Motik penuh kebanggan.
Kunci untuk bisa sukses sebagai seorang wiraswasta menurut Dewi Motik, harus mampu merubah mental lebih dulu. Sesudah itu, berani mengambil risiko. Lalu, risiko itu diperkecil. Untuk itu, secara terus menerus harus mencari peluang, dan Action “Bila pipi kiri benjol, kasih pipi kanan. Kalau sudah lihat tembok jangan benturkan kepala. Kalau juga mau, itu namanya goblok,” ujar Dewi Motik. Memulai sesuatu dengan positivie thinking dan mempunyai keyakinan sukses adalah nilai-nilai yang selalu diajarkan Dewi Motik kepada anak didiknya.
Akhir September 1991 yang lalu, Dewi Motik diminta oleh Panitia Peringatan HUT HP PLSM yang ke XIV untuk berbicara di depan para pimpinan PLSM di Gedung YTKI. Menurut Dewi Motik, inti kewiraswastaan ada dua. Pertama, harus mempunyai jati diri, yakin akan kemampuan sendiri, tahu ke arah mana mau dituju, tidak malas, tidak cepat marah, dan kerja keras. Kedua, inovasi/kreatif, harus berani memulai, mampu menghasilkan yang baru.
Kalau sudah memiliki kedua inti kewiraswastaan itu, kata Dewi Motik dalam ceramahnya yang dimoderatori oleh Ketua Umum HP PLSM itu, maka turutilah pedoman di bawah ini. Buatlah program yang sederhana, praktis dan jelas. Persiapkan semua strategi dan kiat-kiat. Action secepatnya. Jangan lupa kerjasama dengan orang lain. Sekali-sekali jadi anak buah, mau mendengar orang lain. Learning by doing. Antisipasi semua gejala perubahan, jangan statis. Disiplin diri, konsisten. Untuk memecahkan masalah, berfikirlah secara bergantian dari mikro ke makro atau sebaliknya.
Dalam perjalanan hidupnya. Dewi Motik selalu merasakan kesenangan dan kesedihan silih berganti. “Itulah kehidupan,” katanya. Ia mengaku banyak sekali problem yang ia jumpai sehari-hari. Ia selalu mengambil sikap tenang. Lalu berfikir mencari pemecahan yang paling baik. Tapi sehebat-hebatnya risiko yang ia hadapi ia tak pernah gentar, ia hanya takut sama Tuhan.
Ketika ia masih SD, secara terpaksa ia harus membawa jenazah yang berdarah-darah. Karena familinya itu mati dalam kecelakaan perjalanan semobil dengannya. Ia hadapi situasi itu, dan ia sendiri lolos dari musibah itu. Pengalaman yang cukup mencekam itu sangat membekas dalam ingatannya. Dalam situasi apa saja dan dimana saja, sesuatu yang fatal bisa terjadi pada diri kita, katanya. “Yang iri, yang benci, yang marah dan yang ingin mencelakakan kita kemungkinan ada, tapi kalau kita sudah menyerahkan diri kepada Tuhan, mengapa kita mesti takut?” tanya Dewi Motik. Toh kehidupan kita, kemampuan kita ini, adalah pinjaman dari Tuhan, ungkap Dewi Motik agar berkhotbah. “Kalau ada masalah, segera lapor Tuhan dan cepat mengambil keputusan, itulah kebiasaan yang baik,” ujarnya.
Dua tahun lalu, kuota ekspor garment dilarang masuk AS, ia menderita kerugian. Lalu bersama pengusaha garment lainnya mereka bekerjasama dengan pemerintah mencari pemecahannya. Sekarang sudah tak ada masalah kuota lagi. “Untuk meraih sukses, kita harus kreatif, lalu menyusun konsep sederhana dan praktis, terus action,” ujar Dewi Motik mengungkapkan kitanya mencapai keberhasilan. “Jangan bikin ruwet, capek, jangan lama-lama, peluang bisa hilang,” pesannya kepada orang yang menanyakan apa yang dibutuhkan untuk memulai berusaha.
Peristiwa yang baru menghadangnya, adalah terbitnya post card dengan kata-kata yang sangat merugikan dirinya. Fotonya ditaruh di post card itu, dituduh sebagai anti kenaikan upah buruh oleh seorang Amerika. Menghadapi ini, Dewi Motik mengambil sikap tenang. Sebab, ia sendiri tidak paham apa maksud orang Amerika itu. Apakah ini persoalan politik global atau persoalan pribadi, tak jelas. Sampai sekarang, Dewi Motik belum bisa mengetahui apa tujuan pembuatan post card itu, dan siapa yang merekayasanya. Banyak pihak yang menganjurkannya ke pengadilan. Namun, Dewi Motik masih mengambil sikap tenang. “Ini bukan peluang bisnis, jadi tidak perlu actionnya cepat,” ujarnya memberi keterangan.
Akhirnya ia membawa persoalan itu ke pengadilan setelah dipikirkan secara matang. Banyak pejabat mau berdiri di belakangnya namun, karena si Amerikanya minta maaf, Dewi Motik merencanakan pembatalan tuntutan itu. “Orang yang minta maaf perlu dimaafkan,” kata Dewi Motik sambil mengutip ucapan seorang nabi.
Satu-satunya yang paling membahagiaan dalam hidup Dewi Motik adalah melahirkan anak. “Itulah puncak kebahagiaan yang pernah saya rasakan,” ujarnya.
Dewi Motik adalah pribadi yang suka pragmatis, senang yang praktis. Ia kini sedang menggeluti S2 Program Strategi di UI. Dalam kaitannya sebagai praktisi ia berkeinginan mempelajari konsep-konsep yang praktis. Perang gerilya misalnya sebuah konsep keilmuan di bidang militer yang sangat praktis, tidak terlalu teoritis. Sering melakukan Hit and Run. Teman-temannya kuliah, berpangkat Letkol dan Kolonel dari angkatan bersenjata. Tak usah heran kalau kini Dewi Motik bergelut dengan buku-buku Mao Tse Tung, Buku Pak Nasution tentang Perang Gerilya.
Prinsip Dewi Motik, kalau melihat orang lain punya kelebihan jangan iri. “Kita harus belajar untuk bisa mendapatkan; seperti yang mereka dapatkan. Sistem pendidikan di departemen Hankam misalnya, memberi hasil yang baik. Mayoritas pimpinan terbaik bangsa ini lahir dari pendidikan militer. Kita jangan iri. Kita buat yang sama, kita kerja keras dan tingkatkan disiplin,” ujarnya. Pernyataan Dewi Motik memang ada benarnya. Kalau diperhatikan, sistem rekruitmen kepemimpinan nasional, memang banyak muncul dari kalangan militer. Kelebihan mereka antara lain, tidak neko-neko, mampu berpikir sistematis, punya visi, daya tahan fisik cukup kuat, dan memiliki sense of joke (rasa humor). Hari-hari Dewi Motik yang penuh dengan kesibukan itu, selalu diawali dengan baca koran di pagi hari. “Saya gelisah kalau tak baca koran di pagi hari,” ujarnya. Hobby lain: nonton TV dan berenang. Kalau musim libur, Dewi Motik sekeluarga sering berlibur ke luar negeri. Bila ada rapat atau konferensi di Bali misalnya, Dewi Motik juga sering mengajak keluarga ke sana, sekalian liburan. Dewi Motik mengaku suaminya cukup pengertian. Baginya, sesibuk-sibuk istri, bila selalu menghargai suami dan memberi pengertian, tidak akan ada masalah. Kendati demikian, tokoh wanita yang paling sering muncul di media massa itu, mengungkapkan: tidak ada suami istri yang cocok 100%.
Antara segala macam kegiatan dengan masalah keluarga, sering bertolak belakang. Kadangkala, setiap orang diharuskan untuk menentukan pilihan. Bila kenyataan yang sama ditemui Dewi Motik dalam kehidupannya sehari-hari, ia melakukan dengan skala prioritas. Sebagai contoh, ketika ada pertemuan penting di kantornya, padahal, pada saat yang sama ibunya dikabarkan sakit, dan akan dioperasi, aktivis Muhammadiyah ini harus memilih meninggalkan pertemuan penting menyangkut kariernya itu. Sebab, posisi orang tua baginya adalah segala-galanya. Sedangkan pertemuan tadi masih bisa terulang, atau resikonya tidak separah kalau ia tidak membesuk ibunya.
Sebaliknya, ketika anaknya sakit, padahal ia harus memimpin delegasi Indonesia yang menghadiri pertemuan pengusaha wanita di India, Dewi Motik memilih Berangkat ke pertemuan yang dibuka oleh Perdana Menteri India, Almarhum Indira Gandhi itu. Bukan karena tega atau tidak sayang anak, tapi hal ini didiskusikan dulu dengan suaminya, setelah setuju ia lalu pergi menunaikan tugas negara dalam memperluas cakrawala pengusaha wanita Indonesia itu.
Alasan Dewi Motik kenapa menekuni dunia pendidikan – mengajar, berceramah, menulis – dan dunia wiraswasta, karena Bangsa Indonesia sangat tertinggal bila dibanding dengan negara maju, dalam berbagai bidang, “Persaingan semakin ketat, dunia pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesatnya. Kita harus berlari semakin cepat,” ujarnya.
Caranya menurut Dewi Motik: pendidikan ditingkatkan dan harus dibuat gratis, agar strata pendidikan masyarakat kita relatif merata. Akhirnya mereka bisa mencari nafkah sendiri tanpa harus menyandang gelar pengangguran lebih dulu, tambahnya. Untuk mengatasi pengangguran, katanya, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dunia wiraswasta harus digiatkan terus menerus. Rakyat mesti dianjurkan menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain, tambah Dewi Motik. Menurutnya, membangun perekonomian dari sebuah bangsa lebih baik dimulai dari yang kecil, lalu didorong menjadi yang besar. Itu semua, lanjut Dewi Motik, sangat tergantung pada political will pemerintah.
Dewi Motik mengambil contoh AS dan Jepang, mereka itu sangat berkepentingan membantu pengusaha kecil mereka, baik bantuan modal, perlindungan hukum dan berbagai insentif lainnya. Dewi Motik mengaku bahwa Indonesia mempunyai kebijakan yang sama, Kredit Usaha Kecil (KUK) misalnya, namun hal itu, harus ada perbaikan dan konsistensinya.
Terpilihnya Indonesia sebagai Pelaksana Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara Non Blok, menurut Dewi Motik merupakan pertanda bahwa Indonesia termasuk negara aman di Asia Tenggara. Katanya: itu adalah peluang, sebab banyak negara luar tidak begitu kenal Indonesia, boro-boro mau berinvestasi. Setiap investasi memerlukan perencanaan menyeluruh, selain faktor keamanan di atas, potensi sumber daya alam, pasar, tenaga kerja, dll juga perlu diperhatikan. “Tenaga kerja atau buruh adalah merupakan kekuatan dari sebuah badan usaha atau industri,” ujar Dewi Motik. Karena itu, lanjutnya, buruh harus diberi perhatian seperlunya, kalau tidak perusahaan tempat buruh itu bekerja bisa rusak programnya.
Dewi Motik memang luar biasa sibuk. Dalam kapasitasnya, sebagai Direktur Utama Restoran Manari – restoran theaterical pertama dan terbesar di Jakarta – dengan pengalaman jasa boga sebelumnya. Dewi Motik terpilih sebagai Ketua Umum IKABOGA periode 1990 – 1993. Dalam Festival Istiqlal yang baru lalu, Dewi Motik termasuk salah seorang panitia perancang dan pelaksananya. “Nafas Islam adalah nafas yang paling mendasar dalam memberi pengaruh pada pembangunan di Indonesia,” katanya memberi alasan keterlibatannya pada festival itu. Kegiatan bernafaskan Islam memang menjadi bagian kegiatan yang digeluti Dewi Motik sehari-hari. Bahkan, ia juga termasuk pimpinan Yayasan Motik – sebuah Yayasan yang mengelola Sekolah Al Rahman (TK dan SD Islam di Kuningan). Tujuan Yayasan ini: Syariah Islam di bidang pendidikan bagi bangsa dan negara.
Dalam rangka meningkatkan pendidikan Remaja putri, sekaligus mengembangkan sektor pariwisata dan dunia usaha lainnya. Dewi Motik sejak 1981, mendirikan Yayasan Putri Ayu. Yayasan yang dipimpinnya ini, telah menyelenggarakan 11 kali lomba putri ayu yang memperebutkan piala Ibu Tien Suharto. Pemenang yang ke 11, tahun 1991 ini, adalah seorang mahasiswa sebuah institut ternama di Jakarta. Tahun depan, kalau tidak ada halang melintang, gadis keturunan Dayak itu – suku pedalaman Kalimantan – akan mengikuti Miss Universe di Bangkok.
Sambil menjalankan semua itu, ekspansi dibidang usaha, sebagai praktisi wiraswasta, Dewi Motik terus melaju mencari peluang usaha, mencari uang dan memperluas lapangan kerja. Tahun 1991, Dewi Motik bekerjasama dengan Departemen Transmigrasi mengelola Agro Bisnis di Sumatera Selatan, asal leluhurnya. Bisnis yang dibiayai oleh Bank Dunia ini, mengelola PIR dalam bentuk yang diperbaharui seluas 5000 Ha. Dewi Motik terus berlari, mendidik, mencari peluang bisnis, memberi peluang kerja bagi orang lain, buat pengabdiannya bagi ibu pertiwi. Selamat buat BU DEWI.

KISAH SUKSES FADEL MUHAMMAD


 FADEL MUHAMMAD
STRATEGI YANG BAIK MAMPU MENCIPTAKAN PASAR BISNIS

Modal Fadel dalam berusaha adalah haqqul yakin, keyakinan kuat. Tantangan itu bukan hambatan, kalau dihadapi dengan ulet dan tekun, serta kerja keras, tidak ada masalah. Selalu ada problem solving. Salah satu yang paling tidak disukai Fadel adalah, bila ada temannya yang tidak mau berusaha mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya sendiri atau problem yang dihadapi bersama. “Allah tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang itu sendiri tidak berusaha merubahnya,” (Fadel Muhammad).
Fadel selalu berfikir, kalau orang lain bisa kenapa kita tidak. Ia memang punya watak selalu ingin maju. Sebagai contoh, ketika Bukaka membuat mesin asphalt sprayer (aspal semprot). Percobaan-percobaan di bengkel Bukaka itu selalu gagal. Hasil yang keluar dari mesin adalah bubur, bukan aspal. Fadel penasaran. Mesin yang dikerjakan berhari-hari itu dibongkar. Lalu ketahuan bahwa komponen magnet dan motornya nggak jalan. Begitu komponennya diganti, bagus hasilnya. Bagi Fadel dkk, selama masih bisa dicoba nggak ada kata menyerah.
Fadel berprinsip “Man jadda wa jadda” siapa yang berusaha akan berhasil juga akhirnya. Tetapi semua itu ada batasnya. Kalau semua cara sudah dicoba, masih mentok juga, apa boleh buat, tidak perlu kecewa, Tawakal kepada Allah SWT, ujar Fadel yang menunaikan hajinya tahun 1989.
Keberhasilan seseorang menurut Fadel, disamping kerja keras dan terus menerus, sangat tergantung pada, pertama, kemampuan diri sendiri. Kedua, kesempatan untuk mengembangkan diri. Ketika, strategi untuk mencapai keberhasilan.
Menurut Fadel, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pengusaha. Yang penting, asal mau berusaha mengasah potensi itu. Tetapi tidak setiap orang berpotensi, mendapatkan kesempatan mengembangkan potensinya. Untuk mendapatkan kesempatan ini, jelas dibutuhkan strategi yang tepat. Strategi inilah yang akan menentukan, apakah seseorang akan menjadi ‘risk taker’ (pengambil risiko), atau ‘risk orderer’ (pengatur risiko).
Perbedaan yang tajam antara kedua tipe pengusaha ini adalah: Seorang risk – taker cenderung untuk berspekulasi. Tanpa memperhitungkan secara cermat, ia mencoba setiap kemungkingan. Seorang risk-orderer akan memperhitungkan risiko terkecil sekalipun, terhadap rencana-rencananya. Sesuai dengan prinsip dasar ekonomi.
Menurut Fadel kesuksesan seseorang tergantung pada kemauannya yang kuat, rasa percaya diri yang tinggi, dan kemampuannya menghitung risiko. Kemauan akan mendorong kegigihan untuk berusaha. Hal ini mempengaruhi dan dipengaruhi oleh empat hal yaitu, Pertama, Orang tua, terutama ibu sebagai pendidik masa awal. Kedua, pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan agama. Ketiga, lingkungan, dan keberuntungan atas kemampuan membaca kesempatan, Keempat
Rasa percaya diri menurut Fadel, dipengaruhi oleh diberikannya kesempatan untuk maju, sehingga menyadari potensi diri yang sebenarnya. Sedangkan kemampuan menghitung risiko dipengaruhi oleh:
a. Tingkat kesabaran usaha yang tinggi
b. Perenungan yang mendalam, sehingga ide itu dapat mengkristal dalam pikiran. Jangan cepat bosanlah.

Syarat-syarat di atas merupakan persiapan mental seorang pengusaha pemula untuk mencapai kematangan. Untuk itu harus ada tiga fase yang dilalui yaitu:
1. Fase New Venture (awal) – tingkatan penemuan ide dan pelaksanaan ide itu sendiri.
2. Fase Puberty – Masa pencarian identitas usaha yang mampan
3. Fase Mature (propesional) – Sudah matang dan mampu mendatangkan keuntungan.

Tingkatan-tingkatan tersebut harus dilalui secara berurutan. Tidak boleh melompat-lompat. Falsafah utamanya adalah: “Jangan dulu memperbesar usaha, sebelum dasar usaha – yang menjadi tulang punggung perusahaan – diperkuat. Maka jangan heran kalau pabrik Bukaka sampai sekarang tidak nampak mentereng. Sebab yang dipentingkan adalah kekuatan pabrik itu sendiri, baik peralatannya yang lengkap maupun sumber daya manusianya,” tutur Fadel.
Kini, Fadel telah mencapai sukses. Ia mampu menafkahi ibu dan saudara-saudaranya, setelah ayahnya meninggal tahun 1988. ia pun sudah memiliki keluarga yang sejahtera. Apalagi yang ia cita-citakan? “Saya ingin mempekerjakan lebih banyak orang. Ingin membagi keberhasilan ini kepada orang lain. Disamping itu, saya ingin agar “Today is better than yesterday” hari ini lebih baik dari hari kemarin,” ujarnya.
Fadel memang punya nilai di mata bangsa kita. Dengan modal rasa percaya diri yang kuat plus semangat yanga keras, Fadel menjadi salah seorang Putra Indonesia yang mampu menjadi kebanggaan bangsanya.

Rabu, 05 Januari 2011

APAKAH ANDA MEMPUNYAI IQ FINANSIAL YANG TINGGI?


APAKAH ANDA MEMPUNYAI IQ FINANSIAL YANG TINGGI?

Ketika anda mengatakan seseorang mempunyai IQ yang tinggi : Apakah itu artinya? Apakah yang di ukur oleh IQ anda? Apakah mempunyai IQ yang tinggi menjamin bahwa anda akan sukses? Apakah mempunyai IQ yang tinggi berarti anda akan kaya?

Robert T kiyosaki ~bercerita~:
“Katanya” Ketika duduk dikelas empat SD,gurunya mengumumkan dikelas “ANAK-ANAK” Kita diberi kehormatan untuk mempunyai seorang jenius ditengah tengah kita….Dia anak yang sangat berbakat dan mempunyai IQ yang sangat tinggi. Guru itu terus mengatakan bahwa salah satu teman terbaik saya,ANDY adalah salah satu siswa terpandai yang pernah dia ajar secara khusus. Sebelum guru saya mengatakan hal itu”ANDY SISEMUT”begitulah kami semua memanggil ANDY,hanyalah salah serang anak dikelas seperti anak anak lainnya…..kami menyebutnya “ANDY SISEMUT” karena dia kecil dan berkacamata tebal sehingga membuatnya seperti seekor serangga,sekarang kami harus memanggilnya “ANDY SISEMUT PINTAR. Karena tidak tau apa arti IQ ,saya mengangkat tangan dan bertanya pada guru”Apa arti IQ?”…guru saya agak kaget,sambil menggerutu ia menjawab IQ berarti INTELLIGENCE QUOTIEN Atau ukuran kecerdasan seseorang.


Dia lalu menatap saya dengan bengis seolah olah mengatakan”sekarang kamu tahukan apa arti IQ!
Masalahnya adalah ,saya tetap belum mengerti apa arti IQ.Maka sayapun mengangangkat tangan lagi,guru itu berusaha sahalus mungkin untuk mengabaikan saya,tetapi akhirnya dia berbalik dan berkata dengan nada keras “YA KAMU MAU TANYA APA LAGI KALI INI?!” Begini…! ibu bilang IQ berarti INTELLIGENCE QUOTIEN, Tapia pa artinya? Saya tetap belum mengerti”…..Dia kembali menggerutu dengan kesabaran yang mulai habis”….saya sudah bilang bahwa jika kamu tidak mengerti definisi sesuatu,kamu harus mencarinya,…dan sekarang kamu ambil kamus dan carilah sendiri”…baiklah “kata saya dengan senyum lebar,merasa guru sayapun juga Tidak mengetahui,DEFINISINYA,Seandainya dia tahu dengan bangga dia akan menjelaskan keseluruh kelas.


Setelah akhirnya menemukan”INTELLIGENCE QUOTIENT”dikamus saya membaca definisi itu keras keras,dengan mengutip langsung,”KATA BENDA (1916)ANGKA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUNGKAPKAN KECERDASAN RELATIF YANG TAMPAK JELAS DARI SESEORANG YANG DITENTUKAN DENGAN MEMBAGI USIA MENTALNYA#SEPERTI DILAPORKAN PADA TES YANG TELAH DIBAKUKAN DENGAN USIA KRONOLOGISNYA DAN MENGALIKANNYA DENGAN 100.ketika saya selesai membaca defenisi itu,saya mendongak dan mengatakan ,saya belum mengerti apa itu IQ!


Usia mental (mental age)adalah kapasitas otak diukur berdasarkan usia rata anak anak yang memiliki standar pemikiran yang sama.Karena prustasi guru saya meninggikan suaranya dan berkata…kamu tidak mengerti karena kamu tida mau mengerti,jika kamu tidak memahaminya kamu harus melakukan riset sendiri.
Pada saat itu :ANDY SISEMUT: berdiri dan berkata aku akan menjelaskannya kepada kalian semua,dia berdiri dan melangkah kepapan tulis didepan kelas lalu dia menulis d ipapan. 18(usia mental):10 (usia kronologis)X100=IQ180
“jadi orang mengatakan aku jenius karena aku berusia sepuluh tahun tetapi mempunyai angka tes seseorang yang berusia 18 tahun.”para siswa duduk dengan diam selama beberapa saat,untuk mencerna informasi yang ditulis di papan.
Dengan kata lain,jika anda tidak meningkatkan kemampuan anda untuk belajar sewaktu anda bertambah tua ,maka IQ anda bias menurun….aku rasa begitu,kata ANDY”hari ini mungkkin aku jenius tetapi jika aku tidak meningkatkan apa yang aku tahu IQku akan menurun setiap tahun,setidaknya itulah yang hendak dikatakan oleh persamaan diatas.


Jadi anda bias menjadi orang jenius hari ini tetapi menjadi orang bodoh esok hari,….sahut saya sambil tertawa…..kedengarannya memang sangat lucu,kata ANDY,tapi akurat namun aku tahu aku tidak perlu khawatir bila kamu kamu mengalahkan ku. ….itulah definisi IQ(INTELLIGENCE QUOTIENT) .
Dan sekarang ! BERAPA IQ FINANSIAL ANDA?


Bagaimana mengukur IQ finanasial orang?….apakah mengukurnya dengan:
BERAPA BESAR GAJINYA?
BERAPA KEKAYAAN BERSIHNYA?
APA JENIS MOBIL YANG DIPUNYAI?
BERAPA UKURAN RUMAHNYA? DLL.
Apakah sebenarnya arti IQ FINANSIAL ITU? Jawabnya adalah:
“KECERDASAN FINANSIAL BUKANLAH SOAL BERAPA BANYAK UANG YANG ANDA HASILKAN,TETAPI INI SOAL SEBERAPA BANYAK UANG YANG ANDA SIMPAN DAN BERAPA JAUH UANG ITU BEKERJA UNTUK ANDA”.


Namun dengan berlalunya waktu,kita memperhalus definisinya.Tentang kecerdasan FINANSIAL.PERLU ANDA KETAHUI kecerdasan FINANSIAL anda bertambah tinggi bila saat anda bertambah tua,uang anda bias membelikan kebebasan,kebahagiaan,kesehatan ,dan berbagai pilihan dalam hidup ini untuk anda.
Bahwa banyak orang menghasilkan banyak uang ketika mereka bertambah tua,tetapi uang mereka hanya membelikan sedikit kebebasan untuk mereka_karena mereka harus membayar utang yang lebih besar,mempunyai utang lebih besar berarti orang itu harus bekerja lebih keras untuk membayarnya,dan itu bukanlah cerdas secara FINANSIAL.


Kita melihat banyak orang menghasilkan banyak uang ,tetapi uang mereka tidak membuat mereka lebih bahagia,,,prtanyaannya mengapa bekerja untuk mendapatkan uang dan tidak bahagia?
Itu tidaklah cerdas secara FINANSIAL!
JIKA ANDA HARUS BEKERJA DEMI UANG,CARILAH CARA UNTUK BEKERJA DAN MENJADI BAHAGIA…..DAN  ITULAH KECERDASAN FINANSIAL!


Bila menyangkut masalah kesehatan,..begitu banyak orang bekerja terlalu keras demi uang dan perlahan lahan membunuh diri mereka sendiri tanpa sadar,…mengapa bekrja keras dengan mengorbankan kesejahtraan ental dan fisik ,keluarga anda bahkan diri anda sendiri.
ITU TIDAKLAH CERDAS SECARA FINANSIAL!!!
Tidak ada hal yang serupa dengan serangan jantung tiba2,serangan jantung dan penyakit lain seperti KANKER butuh waktu untuk berkembang.Penyakit penyakit itu disebabkan karena kurangnya olah raga,tak pernah diet dan tidak pernah gembira dalam hidup untuk jangka waktu yang lama…makanya kita dianjurkan rekreasi ketempat tempat yang mengembirakan.
Dari ketiga hal itu kurangnya kegembiraan adalah penyebab terbesar dari serangan jantung dan penyakit lainnya. Terlalu banyak orang brfikir tentang bekerja lebih keras dari pada tentang bagaimana caranya lebih gembira dan menikmati anugrah kehidupan yang besar ini.


Bila menyangkut pilihan,kita tahu,duduk dikelas eksekutif pesawat tiba pada waktu yang sama dengan mereka yang duduk dikelas ekonomi…tapi bukan itu masalahnya…yang jadi masalah adalah:
APAKAH ANDA MEMPUNYAI PILIHAN UNTUK DUDUK DIKELAS EKSEKUTIF ATAU DIKELAS EKONOMI !
Kebanyakan orang dikelas ekonomi tidak mempunyai pilihan,…..DAN PERLU ANDA KETAHUI BAHWA KECERDASAN FINANSIAL MEMBERI ORANG LEBIH BANYAK PILIHAN DALAM HIDUPNYA.


IQ financial tidak diukur dengan ukuran FINANSIAL tradisional ,…dengan kata lain,dia tidak pernah terpaku pada seberapa banyak uang yang anda miliki atau kekayaan bersih anda…!atau ukuran fortofolio anda,…JIKA ANDA INGIN MENDEFINISIKAN APA YANG DIBELIKAN KECERDASAN FINANSIAL UNTUK ANDA ITU ADALAH MEMPUNYAI BANYAK PILIHAN DALAM HIDUP INI DAN KEBEBASAN WAKTU DAN FINANSIAL.


Apakah anda tidak senang mempunyai kebebasan untuk bekerja atau tidak bekerja,dan kebebasan memilih dengan siapa anda bekerja? …Apakah anda tidak menyukai kebebasan untuk membeli apa saja yang anda inginkan tanpa khawatir soal harga??…Tidakkah anda menyukai kesehatan??…kebahagiaan??..dan banyaak pilihan yang anda peroleh dan yang terbaik karna anda bebas scara financial dan waktu.
Saya sangat menyukai kebebasan dan kemampuan financial untuk menyumbang kegiatan amal untuk membantu mereka yang tertimpa masalah.


Namun yang paling kita sukai adalah waktu luang yang dibelikan uang kita,Anda tentu sangat senang mempunyai waktu untuk mengawasi anak-anak kita tumbuh menjadi dewasa dan bekerja dalam proyek proyek yang mereka minati,entah itu menghasilkan uang atau tidak.
“JADI MENGUKUR IQ FINANSIAL DITENTUKAN DALAM WAKTU”
“DARIPADA DALAM UANG”.
Tahun tahun belakangan hidup anda harus yang paling menggembirakan dimana anda menghabiskan sebagian besar waktu anda untuk menyumbangkan uang anda daripada berusaha untuk menghematnya atau bergantung padanya.Anda harus jauh lebih gembira untuk menyumbangkan uang anda sebagai dermawan…..dan hidup anda akan kaya,bahagia dan murah hati,yang paling penting adalah anda mempunyai hidup bebas yang tak terbatas,dan itulah ukuran IQ FINANCIAL.


“IQ ANDA BISA MENURUN!”
Tampak jelas bagi kita hidup adalah pengalaman belajar seumur hidup.sama dengan kura kura berbaring santai dan kemudian tertidur,banyak orang akan berbaring santai dan tertidur setelah meninggalkan bangku sekolah.Dalam dunia sekarang yang berubah sangat cepat,jenis prilaku itu bisa menjadi sangat mahal,periksalah kembali defenisi IQ.
UMUR MENTAL:UMUR KRONOLOGISx100=IQ
Menurut defenisi secara tekhnis IQ anda menurun setiap tahun bersamaan dengan bertambahnya umur anda.itu sebabnya cerita tentang kura kura dan kelinci adalah benar.
Jika kita menghadiri reuni teman teman SMU,kita seringkali dapat mengenali kelinci kelinci yang tertidur dipinggir jalan.kerapkali mereka yang dulunya adalah murid murid yang dianggap paling mungkin berhasil…!tetapi mereka tidak berhasil.
MEREKA LUPA BAHWA PENDIDIKAN HIDUP TERUS BERLANGSUNG LAMA SETELAH SEKOLAH USAI 


Bagaiman dengan anda saat ini ,apakah anda sudah berhasil seperti yang anda inginkan dahulu?…atau malah sama dengan kura kura berbaring santai dan kemudian tertidur…?
Survey membuktikan:HIDUP SETELAH UMUR 65 TAHUN:
35% diantaranya sudah meninggal
5% pensiun dengan tunjangan
4% masih bekerja
55% miskin
1% kaya


Menurut anda ,adakah arti informasi ini buat anda.?…untuk kehidupan anda…?untuk hidup anda disaat umur anda 65 tahun.! Dimana seharusnya posisi anda kelak disaat umur 65 menghampiri anda…?
35% yang sudah meninggal ini menurut survey juga:
35% diantaranya hanya meninggalkan utang bagi ahli warisnya
5% mininggalkan pensiunan saja
4% meninggalkan RENCANA yg masih harus dikerjakan ahli waris
55 % tidak meninggalkan apa apa sama sekali untuk ahli warisnya kecuali NAMA.
1 % meninggalkan harta dan asset yang berlimpah untuk ahli warisnya


Sudahkah anda tau??bahwa ternyata posisi tempat kita kelak disaat sudah berumur 65 tahun ditentukan apa yang kita lakukan sebelum umur tersebut seperti kata nasehat berikut”SIAPA ANDA SEKARANG ADALAH SEBUAH REFLEKSI DIRI ANDA DIAMASA LALU DAN SIAPA ANDA PADA SAAT UMUR 65 TAHUN KELAK ADALAH SEBUAH REFLEKSI DIRI ANDA SEKARANG”
Dan ternyata ini sesuai dengan hukum agama apapun, yang berbunyi ALLAH TELAH SIAPKAN DUA TEMPAT TUJUAN AKHIR BAGI SELURUH MANUSIA,…MANUSIA TINGGAL MEMILIH YANG MANA DIA SUKA ( SURGA ATAU NERAKA) DAN DITENTUKAN APA YANG DIA PERBUAT SEMASA HIDUP DIDUNIA,(yang ini porsinya para ulama saya tidak berkompoten untuk membahas lebih dalam silakan berkonsultasi kepada ahlinya)


BERUSAHA “DIREPUBLIK KAPLING” Paulus s,Fajar
“Sesungguhnya setiap jengkal dan petak bumi nusantara ini telah dipecah pecah dalam satuan kapling ekonomi-politik,”Begitu kata sosilog Tamrin Amal Tamagola dalam sebuah artikel berjudul”Repulik kapling” Diharian kompas (14 february 2005)
Dalam tulisan tersebut,ia terlihat begitu kesal melihat wajah ekonomi Indonesia yang carut-marut,sementara Negara terlihat semakin impoten perannya.Menurut dia,setiap jengkal tanah Indonesia sebenarnya telah dikapling kapling dengan ukuran bervariasi sesuai dengan skala modal yang ditanam serta upeti yang disetorkan karekening pejabat Negara dan DPR ,baik dipusat maupun daerah.


Bukit bukit Timika untuk FREEPORT, Lhok seumawe untk EXON MOBIL, beberapa kabupaten di sulsel untuk MONSANTO, Buyat-Minahasa dan Sumbawa untuk NEWMONT INTERNATIONAL, Teluk Bintun di Papua untuk BRITISH PTROLEUM, Kaltim untuk PT KALTIM PRIMA COAL, Hutan papua untuk sejumlah jendral pensiunan.


Bahkan pulau Dewata,menurut dia,kini nyaris menjadi Negara bagian kesembilan Australia “Makin banyak usaha ekonomi-kesenian skala besar di Bali dan Jepara berpindah tangan ke pemodal asing, satu satunya Taman Burung di Bali pun berada di tangan pemodal asing” katanya getir.
Melihat haus dan rakusnya kaum birokrat di Indonesia ,hamper tidak ada lahan lahan financial yang tersisa,Dari dana pengungsi di depsos sampai lapangan parkir termasuk dikampus kampus,sudah habis dikapling kapling!


Lalu mana sebenarnya yang menjadi bagian kita Rakyat INDONESIA? YANG SEBAGIAN BESAR MASIH HIDUP SERBA KEKURANGAN! Apakah masih ada lahan BISNIS yang bisa digarap rakyat jelata untuk sekedar mempertahankan hidupnya!


Menurut data Biro Pusat statistic ,Ketika terjadi krisis ekonomi akut pada tahun 1997 jumlah penduduk miskin di INDONESIA sempat menyentuh anga 38 juta,belakangan angka tersebut parlahan lahan menurun,hingga pebruary 2004 te4rcatat menjadi 36,1 juta atau kira kira 16,6 persen dari total penduduk Indonesia yang sebesar 217 juta.


Tetapi setelah hampir delapan tahun (1997-2005) rakyat berjuang mengatasi diri keluar dari kemelut kris ekonomi,tiba tiba Tsuami datang memporak porandakan tatanan ekonomi rakyat . Bank pembangunan Asia (ADB) konon memperkirakan bencana tsunami akan menambah jumlah orag miskin sebanyak 1 juta orang!!
Yang jelas ,ditengah tengah absurditas ekonomi seperti inilah rakyat jelata harus berusaha mencari nafkah untuk mempertahankan hidupnya,sebagian, ada yang sukses ,sebagian ada yang gagal.tapi jika dihitung secara menyeluruh,tentu akan lebih banyak yang gagal.


Dan mengikuti filosofi laba laba ,kendati sarangnya berungkali robek,mereka tetap berusaha untuk memperbaikinya karena itulah sumber nafkah dan penghidupannya.
Dari bisnis yang enak dilihat (seperti jualan kelontong di warung warung dantoko toko)sampai bisnis yang ngawur (seperti buka lapak,ngasong dipintu pintu tol dan mengais ngais barang barang bekas ditempat tempat sampah) mereka lakukan dengan penuh kesadaran,merek hanya tahu bahwa hidup ini harus terus berjalan,betapa pun susahnya,betapapun pahitnya.


Apakah mereka yang setiap hari mengais rejeki ditumpukan sampah dari jam 5 pagi samapi jam 5 sore itu akan berubah nasibnya? Jangan jangan mereka bahkan sudah tidak pernah memikirkan lagi soal perubahan dan perbaikan. Tetapi kalaupun memikirkan itu,dan kemudian tahu bahwa jawabannya tidak bisa berubah,apakah mereka lantas berhenti mengais sampah???


Menurut seorang motivator rohani PAUL HIDAYAT STh, Perubahan hanya akan datang jika orang mau belajar, karena perubahan itu hakekatnya merupakan hasil akhir dari sebuah proses belajar yang panjang.
Tapi bila orang mempelajari kebenaran,tetapi tidak kunjung mengalami perubahan hidup ,maka hanya ada dua kemungkinan ,Pertama, orang itu tidak sungguh sungguh belajar, Kedua, yang dipelajari bukanlah kebenaran.
Seorang penasehat keuangan asal Australia PAUL HANNA mengatakan banyak orang suka melakukan jalan pintas karena mereka tidak puas dengan kondisi keuangan mereka,itu bisa dimengerti karena semua orang ingin meraih hasil leih baik,


Namun ketika kepercayaan diri anda berkurang, Anda akan mulai sangsi apakah Anda bisa mengubah nasib dan mencapai taraf hidup yang lebih baik, Banyak orang disekitar kita memilih mendapatkan uang seketika tidak perduli bagaimana caranya.
“TETAPI JIKA ANDA TETAP FOKUS PADA TUJUAN DAN MEMILIKI KETETAPAN HATI,UANG AKAN DATANG DENGAN SENDIRINYA”
Kata penasehat keuangan sejumlah perusahaan Intrnational seperti BMW,Qantas Airlines dan Mc Donal`s .
Dan untuk tetap focus pada tujuan serta punya ketetapan hati,Anda tentu tidak mungkin tidak belajar…. Jika orang tidak yakin pada diri sendiri,maka orang akan mulai menyerah dan tidak berfikir , ketahuilah kesuksesan tidak akan datang dari luar diri sendiri , justru sebaliknya, sukses hanya akan datang dari dalam diri sendiri.


Itulah mengapa ada cerita seorang pedagang asongan bisa berubah menjadi pemilik bank, Seorang agen perjalanan bisa punya perusahaan penerbangan,Seorang pedagang es teller bisa membuka kantor cabang di berbagai Negara.SELAMAT BERUSAHA DI REPUBLIK KAPLING


BELAJAR MERENCANAKAN
Dan disinilah peranan sebuah EVALUASI ,setiap saat atau minimal sebulan sekali kita melakukan evaluasi terhadap segala hal tentang diri kita ,keluarga kita,lingkungan kita dan yang lebih besar lagi ,kota kita,provinsi kita,Negara kita ,dunia kita ,akherat kita.


Dalam keluarga misalnya.evaluasi yang paling mudah adalah terhadap urusan ekonomi keluarga, mudah dinilai karena ada angka angkanya, SURPLUS atau DEFISIT..?,Kalau DEFISIT ,pemborosan terjadi dimana?,transfortasi?,sembako? Atau mungkin yang lain..!


Lalu,bagaimana soal investasi??????Apakah usaha warung,..salon ,…atau jualan roti , atau jualan pulsa,atau bisnis lain berjalan dengan baik???…Kalau tidak harus dinilai kembali,..Dan dicari sebab sebab kegagalannya,..begitulah kira kira yang harus kita lakukan minimal sebulan sekali.
Yang menarik adalah jawaban atas pertanyaan itu,Dia menjadi masukan yang sangat berharga..UNtuk apa lagi kalau bukan untuk rencana baru kedepan,..Karena “RENCANA DIDASARKAN PADA APA YANG DIMILIKI SAAT INI..TAK PERNAH DARI ANGKA NOL.


EVALUASI (menilai masa lalu) dan RENCANA (menata masa depan) menyatu dalam kondisi Anda “saat ini “ .kemarin dan esok itu abstrak,tak ada.yang riil itu adalah hari ini.Makanya tidak bisa tidak anda harus jujur dengan “KONDISI” hari ini.Kalau tidak,EVALUASI hanya pelipur lara dan rencana itu hanya ilusi belaka.
Kendati belum optimal,kebiasaan Anda-kalau demikian-membuat rencana dan evaluasi merupakan tradisi yang harus dipertahankan,tak banyak orang dari negeri ini yang meniti kebiasaan seperti itu,Maklum itu bukan kebiasaan kita.itu disiplin dari~dunia lain~.Tentu disiplin itu tidak turun dari langit
Dia dibangun sekurang kurang diatas dua landasan…PERTAMA, disiplin dibangun diatas pemahaman soal waktu.Bagi kita orang Indonesia kebanyakan menganggap hari ini selalu datang berulang.pagi,siang,sore dan malam yang terjadi hari ini adalah lingkaran berulang dari kemarin.

Jadi sama saja,Besok dia datang lagi.
Karena itu.bagi kita tak ada ~waktu terbuang~,dia hanya pergi kemudian datang lagi,jadi tidak perlu harus buru buru,Hidup itu mengalir saja,Tak perlu ada rencana dan langkah yang terlalu ketat,karena kalau gagal,besok bisa di ulang,


Bagi mereka yang berada dibelahan bumi yang lain,waktu itu linier,dia bergerak pada garis lurus yang tak ada ujungnya.detik ,menit ,jam,hari ,minggu,bulan dan tahun itu merupakan titik yang berbeda,kalau tidak digunakan secara baik maka kita sudah beraada pada titik waktu yang lain.Dia habis dan tak terulang lagi.Jadi waktu itu mereka gunakan dengan baik,Pekerjaan harus penuh rencana,TIME IS MONEY,buang waktu identik dengan buang uang.


KEDUA..,Bukan saja soal memahami waktu yang berbeda,ALAM juga berbeda ,Kita hanya mengenal musim panas dan hujan,Didaerah tropis yang subur,tongkat kayu bisa jadi tanaman,,Tanam apa saja hidup, sepanjang tahun ,bahkan hutan hutan tak habis habis menyediakan makanan.dimusim hujan maupun dimusim panas,Belum lautannya, seperti kolam ikan raksasa,,kapan butuh tangkap saja,Mulai dari ikan teri sampai ikan paus raksasa.


Buat kita yang hidup di alam dan musim seperti ini merasa tidak perlu rencana yang detil buat stok makanan untuk jangka panjang.Kita biasa bekerja hari ini untuk hari ini pula,Maka lahirlah bangsa yang “BERMENTAL ENAK” dari kawasan tropis yang tak terbiasa berpikir panjang,Untuk apa wong semuanya tersedia..!


Berbeda “pengalaman” dengan orang orang dari wilayah empat musim. DIsana, tanaman hanya bisa hidup layak pada musi panas,Itupun berlangsung singkat,tiga ,empat bulan setahun,selebihnya pada musim gugur,dingin dan semi ,alam tak membawa rizqi.
Tapi disinilah tantangannya.Mereka harus merencanakan dengan baik.Berapa banyak bahan makanan yang harus dihasilkan sehingga pada musim dingin mereka tidak kehabisan bahan makanan.Maka mulailah muncul teknologi,sekurang kurangnya dengan alasan pengawetan.


Maka tak usah heran kalau banyak suku bangsa diwilayah utara dengan”empat musim” itu lebih maju dan makmur hidupnya,Disana bermukim bangsa yang tidak hanya dinamis,tapi juga banyak akal dan pintar berencana,Buktinya gambling, sampai sekarang disana berdiam sebagian besar Negara yang hingga saat ni menjadi donator buat kita diselatan.


Itulah kenyataan.Kita harus belajar ~yang baik~dari mereka.Tak perlu lagi disetir oleh alam,Tak untung pula mewarisi kebiasaan tak sehat,bekerja tanpa rencana.Termasuk dalam merencanakan keuangan keluarga,FINANCIAL PLANNING. Maka belajarlah “berencana”.Mulai dari keluarga kita masing masing.Kata orang bijak “PLANNING OR NOTHING.selamat membaca.


Sumber :  Horasmedan

Jumat, 24 Desember 2010

Sang Inspirator Dan Motivator

Sang Inspirator dan Motivator NICK VUJICIC




COBA AKU PIKIRKAN ...

Apakah aku harus menyerah dengan keadaan ini ?
Apakah aku harus selalu dirundung oleh kesulitan ?
Apakah aku memang orang yang tiada berdaya dan tidak bisa berbuat apapun ?
Apakah aku harus selalu tergantung pada orang lain ?
Apakah aku harus selalu meminta bantuan pada orang lain ?
Apakah takdirku memang begitu buruk sehingga nasibku tidak pernah baik ?
Kenapa semua usahaku tidak pernah berhasil ?
Apakah aku sudah melaksanakan semua cara yang aku bisa agar aku bisa berhasil dalam hidup ini ?
Apakah semua usaha-usahaku sudah maksimal ?
Apakah aku sudah menggunakan semua kelebihanku untuk memperbaiki semua kesulitan hidup ini ?
Apakah otakku sudah digunakan secara sebenarnya ?
Apakah peluangku untuk berhasil memang sudah tidak ada lagi ?
Kenapa aku harus selalu mengeluh........................?
Kenapa aku harus selalu berkeluh kesah .......................?
Kenapa aku harus selalu cengeng .............................?
Kenapa aku tidak mau berusaha lebih keras lagi ....................?

TERNYATA 

Aku memang seorang pemalas
Aku memang seorang pecundang
Yang selalu keok samemeh dipacok
Yang selalu kalah sebelum berperang
Yang tidak mau berusaha, berpikir dan bekerja secara maksimal 

COBA AKU BANDINGKAN 

Tidakkah aku malu pada orang seperti  ................. NICK VUJICIC ........
Ya alloh, Ampunilah aku
aku malu padamu ... ya Alloh
Aku Hidup Normal
Tangan dan kakiku Lengkap
Begitu Juga otakku masih bisa untuk berpikir
Tubuhku juga sehat
Kenapa aku harus menyerah dengan semua kesulitan yang ada ?
Padahal seorang NICK VUJICIC yang lahir dengan semua kekurangannnya
bisa menjadi inspirator dan motivator bagi semua orang
Alangkah hinanya aku dihadapanmu Ya Alloh 
Alangkah Nistanya aku diharibaanmu Ya Robbi
Ampunilah semua dosa-dosa hamba
Yang bisanya hanya berkeluh kesah saja
Dan mengeluh setiap saat
Padahal aku sudah dimodali oleh Mu dengan modal yang sangat banyak dan tak ternilai
Untuk bisa hidup didunia ini dan menjalani semua kehidupan ini
Kenapa aku tidak memanfaatkannya  Ya Robbi
Ampunilah aku Ya Alloh
Astaghfirullohhalazhim ........Astaghfirullohhalazhim ..........Astaghfirullohhalazhim 
Astaghfirullohhalazhim wa atubu ilaih ...........