Rabu, 05 Januari 2011

APAKAH ANDA MEMPUNYAI IQ FINANSIAL YANG TINGGI?


APAKAH ANDA MEMPUNYAI IQ FINANSIAL YANG TINGGI?

Ketika anda mengatakan seseorang mempunyai IQ yang tinggi : Apakah itu artinya? Apakah yang di ukur oleh IQ anda? Apakah mempunyai IQ yang tinggi menjamin bahwa anda akan sukses? Apakah mempunyai IQ yang tinggi berarti anda akan kaya?

Robert T kiyosaki ~bercerita~:
“Katanya” Ketika duduk dikelas empat SD,gurunya mengumumkan dikelas “ANAK-ANAK” Kita diberi kehormatan untuk mempunyai seorang jenius ditengah tengah kita….Dia anak yang sangat berbakat dan mempunyai IQ yang sangat tinggi. Guru itu terus mengatakan bahwa salah satu teman terbaik saya,ANDY adalah salah satu siswa terpandai yang pernah dia ajar secara khusus. Sebelum guru saya mengatakan hal itu”ANDY SISEMUT”begitulah kami semua memanggil ANDY,hanyalah salah serang anak dikelas seperti anak anak lainnya…..kami menyebutnya “ANDY SISEMUT” karena dia kecil dan berkacamata tebal sehingga membuatnya seperti seekor serangga,sekarang kami harus memanggilnya “ANDY SISEMUT PINTAR. Karena tidak tau apa arti IQ ,saya mengangkat tangan dan bertanya pada guru”Apa arti IQ?”…guru saya agak kaget,sambil menggerutu ia menjawab IQ berarti INTELLIGENCE QUOTIEN Atau ukuran kecerdasan seseorang.


Dia lalu menatap saya dengan bengis seolah olah mengatakan”sekarang kamu tahukan apa arti IQ!
Masalahnya adalah ,saya tetap belum mengerti apa arti IQ.Maka sayapun mengangangkat tangan lagi,guru itu berusaha sahalus mungkin untuk mengabaikan saya,tetapi akhirnya dia berbalik dan berkata dengan nada keras “YA KAMU MAU TANYA APA LAGI KALI INI?!” Begini…! ibu bilang IQ berarti INTELLIGENCE QUOTIEN, Tapia pa artinya? Saya tetap belum mengerti”…..Dia kembali menggerutu dengan kesabaran yang mulai habis”….saya sudah bilang bahwa jika kamu tidak mengerti definisi sesuatu,kamu harus mencarinya,…dan sekarang kamu ambil kamus dan carilah sendiri”…baiklah “kata saya dengan senyum lebar,merasa guru sayapun juga Tidak mengetahui,DEFINISINYA,Seandainya dia tahu dengan bangga dia akan menjelaskan keseluruh kelas.


Setelah akhirnya menemukan”INTELLIGENCE QUOTIENT”dikamus saya membaca definisi itu keras keras,dengan mengutip langsung,”KATA BENDA (1916)ANGKA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUNGKAPKAN KECERDASAN RELATIF YANG TAMPAK JELAS DARI SESEORANG YANG DITENTUKAN DENGAN MEMBAGI USIA MENTALNYA#SEPERTI DILAPORKAN PADA TES YANG TELAH DIBAKUKAN DENGAN USIA KRONOLOGISNYA DAN MENGALIKANNYA DENGAN 100.ketika saya selesai membaca defenisi itu,saya mendongak dan mengatakan ,saya belum mengerti apa itu IQ!


Usia mental (mental age)adalah kapasitas otak diukur berdasarkan usia rata anak anak yang memiliki standar pemikiran yang sama.Karena prustasi guru saya meninggikan suaranya dan berkata…kamu tidak mengerti karena kamu tida mau mengerti,jika kamu tidak memahaminya kamu harus melakukan riset sendiri.
Pada saat itu :ANDY SISEMUT: berdiri dan berkata aku akan menjelaskannya kepada kalian semua,dia berdiri dan melangkah kepapan tulis didepan kelas lalu dia menulis d ipapan. 18(usia mental):10 (usia kronologis)X100=IQ180
“jadi orang mengatakan aku jenius karena aku berusia sepuluh tahun tetapi mempunyai angka tes seseorang yang berusia 18 tahun.”para siswa duduk dengan diam selama beberapa saat,untuk mencerna informasi yang ditulis di papan.
Dengan kata lain,jika anda tidak meningkatkan kemampuan anda untuk belajar sewaktu anda bertambah tua ,maka IQ anda bias menurun….aku rasa begitu,kata ANDY”hari ini mungkkin aku jenius tetapi jika aku tidak meningkatkan apa yang aku tahu IQku akan menurun setiap tahun,setidaknya itulah yang hendak dikatakan oleh persamaan diatas.


Jadi anda bias menjadi orang jenius hari ini tetapi menjadi orang bodoh esok hari,….sahut saya sambil tertawa…..kedengarannya memang sangat lucu,kata ANDY,tapi akurat namun aku tahu aku tidak perlu khawatir bila kamu kamu mengalahkan ku. ….itulah definisi IQ(INTELLIGENCE QUOTIENT) .
Dan sekarang ! BERAPA IQ FINANSIAL ANDA?


Bagaimana mengukur IQ finanasial orang?….apakah mengukurnya dengan:
BERAPA BESAR GAJINYA?
BERAPA KEKAYAAN BERSIHNYA?
APA JENIS MOBIL YANG DIPUNYAI?
BERAPA UKURAN RUMAHNYA? DLL.
Apakah sebenarnya arti IQ FINANSIAL ITU? Jawabnya adalah:
“KECERDASAN FINANSIAL BUKANLAH SOAL BERAPA BANYAK UANG YANG ANDA HASILKAN,TETAPI INI SOAL SEBERAPA BANYAK UANG YANG ANDA SIMPAN DAN BERAPA JAUH UANG ITU BEKERJA UNTUK ANDA”.


Namun dengan berlalunya waktu,kita memperhalus definisinya.Tentang kecerdasan FINANSIAL.PERLU ANDA KETAHUI kecerdasan FINANSIAL anda bertambah tinggi bila saat anda bertambah tua,uang anda bias membelikan kebebasan,kebahagiaan,kesehatan ,dan berbagai pilihan dalam hidup ini untuk anda.
Bahwa banyak orang menghasilkan banyak uang ketika mereka bertambah tua,tetapi uang mereka hanya membelikan sedikit kebebasan untuk mereka_karena mereka harus membayar utang yang lebih besar,mempunyai utang lebih besar berarti orang itu harus bekerja lebih keras untuk membayarnya,dan itu bukanlah cerdas secara FINANSIAL.


Kita melihat banyak orang menghasilkan banyak uang ,tetapi uang mereka tidak membuat mereka lebih bahagia,,,prtanyaannya mengapa bekerja untuk mendapatkan uang dan tidak bahagia?
Itu tidaklah cerdas secara FINANSIAL!
JIKA ANDA HARUS BEKERJA DEMI UANG,CARILAH CARA UNTUK BEKERJA DAN MENJADI BAHAGIA…..DAN  ITULAH KECERDASAN FINANSIAL!


Bila menyangkut masalah kesehatan,..begitu banyak orang bekerja terlalu keras demi uang dan perlahan lahan membunuh diri mereka sendiri tanpa sadar,…mengapa bekrja keras dengan mengorbankan kesejahtraan ental dan fisik ,keluarga anda bahkan diri anda sendiri.
ITU TIDAKLAH CERDAS SECARA FINANSIAL!!!
Tidak ada hal yang serupa dengan serangan jantung tiba2,serangan jantung dan penyakit lain seperti KANKER butuh waktu untuk berkembang.Penyakit penyakit itu disebabkan karena kurangnya olah raga,tak pernah diet dan tidak pernah gembira dalam hidup untuk jangka waktu yang lama…makanya kita dianjurkan rekreasi ketempat tempat yang mengembirakan.
Dari ketiga hal itu kurangnya kegembiraan adalah penyebab terbesar dari serangan jantung dan penyakit lainnya. Terlalu banyak orang brfikir tentang bekerja lebih keras dari pada tentang bagaimana caranya lebih gembira dan menikmati anugrah kehidupan yang besar ini.


Bila menyangkut pilihan,kita tahu,duduk dikelas eksekutif pesawat tiba pada waktu yang sama dengan mereka yang duduk dikelas ekonomi…tapi bukan itu masalahnya…yang jadi masalah adalah:
APAKAH ANDA MEMPUNYAI PILIHAN UNTUK DUDUK DIKELAS EKSEKUTIF ATAU DIKELAS EKONOMI !
Kebanyakan orang dikelas ekonomi tidak mempunyai pilihan,…..DAN PERLU ANDA KETAHUI BAHWA KECERDASAN FINANSIAL MEMBERI ORANG LEBIH BANYAK PILIHAN DALAM HIDUPNYA.


IQ financial tidak diukur dengan ukuran FINANSIAL tradisional ,…dengan kata lain,dia tidak pernah terpaku pada seberapa banyak uang yang anda miliki atau kekayaan bersih anda…!atau ukuran fortofolio anda,…JIKA ANDA INGIN MENDEFINISIKAN APA YANG DIBELIKAN KECERDASAN FINANSIAL UNTUK ANDA ITU ADALAH MEMPUNYAI BANYAK PILIHAN DALAM HIDUP INI DAN KEBEBASAN WAKTU DAN FINANSIAL.


Apakah anda tidak senang mempunyai kebebasan untuk bekerja atau tidak bekerja,dan kebebasan memilih dengan siapa anda bekerja? …Apakah anda tidak menyukai kebebasan untuk membeli apa saja yang anda inginkan tanpa khawatir soal harga??…Tidakkah anda menyukai kesehatan??…kebahagiaan??..dan banyaak pilihan yang anda peroleh dan yang terbaik karna anda bebas scara financial dan waktu.
Saya sangat menyukai kebebasan dan kemampuan financial untuk menyumbang kegiatan amal untuk membantu mereka yang tertimpa masalah.


Namun yang paling kita sukai adalah waktu luang yang dibelikan uang kita,Anda tentu sangat senang mempunyai waktu untuk mengawasi anak-anak kita tumbuh menjadi dewasa dan bekerja dalam proyek proyek yang mereka minati,entah itu menghasilkan uang atau tidak.
“JADI MENGUKUR IQ FINANSIAL DITENTUKAN DALAM WAKTU”
“DARIPADA DALAM UANG”.
Tahun tahun belakangan hidup anda harus yang paling menggembirakan dimana anda menghabiskan sebagian besar waktu anda untuk menyumbangkan uang anda daripada berusaha untuk menghematnya atau bergantung padanya.Anda harus jauh lebih gembira untuk menyumbangkan uang anda sebagai dermawan…..dan hidup anda akan kaya,bahagia dan murah hati,yang paling penting adalah anda mempunyai hidup bebas yang tak terbatas,dan itulah ukuran IQ FINANCIAL.


“IQ ANDA BISA MENURUN!”
Tampak jelas bagi kita hidup adalah pengalaman belajar seumur hidup.sama dengan kura kura berbaring santai dan kemudian tertidur,banyak orang akan berbaring santai dan tertidur setelah meninggalkan bangku sekolah.Dalam dunia sekarang yang berubah sangat cepat,jenis prilaku itu bisa menjadi sangat mahal,periksalah kembali defenisi IQ.
UMUR MENTAL:UMUR KRONOLOGISx100=IQ
Menurut defenisi secara tekhnis IQ anda menurun setiap tahun bersamaan dengan bertambahnya umur anda.itu sebabnya cerita tentang kura kura dan kelinci adalah benar.
Jika kita menghadiri reuni teman teman SMU,kita seringkali dapat mengenali kelinci kelinci yang tertidur dipinggir jalan.kerapkali mereka yang dulunya adalah murid murid yang dianggap paling mungkin berhasil…!tetapi mereka tidak berhasil.
MEREKA LUPA BAHWA PENDIDIKAN HIDUP TERUS BERLANGSUNG LAMA SETELAH SEKOLAH USAI 


Bagaiman dengan anda saat ini ,apakah anda sudah berhasil seperti yang anda inginkan dahulu?…atau malah sama dengan kura kura berbaring santai dan kemudian tertidur…?
Survey membuktikan:HIDUP SETELAH UMUR 65 TAHUN:
35% diantaranya sudah meninggal
5% pensiun dengan tunjangan
4% masih bekerja
55% miskin
1% kaya


Menurut anda ,adakah arti informasi ini buat anda.?…untuk kehidupan anda…?untuk hidup anda disaat umur anda 65 tahun.! Dimana seharusnya posisi anda kelak disaat umur 65 menghampiri anda…?
35% yang sudah meninggal ini menurut survey juga:
35% diantaranya hanya meninggalkan utang bagi ahli warisnya
5% mininggalkan pensiunan saja
4% meninggalkan RENCANA yg masih harus dikerjakan ahli waris
55 % tidak meninggalkan apa apa sama sekali untuk ahli warisnya kecuali NAMA.
1 % meninggalkan harta dan asset yang berlimpah untuk ahli warisnya


Sudahkah anda tau??bahwa ternyata posisi tempat kita kelak disaat sudah berumur 65 tahun ditentukan apa yang kita lakukan sebelum umur tersebut seperti kata nasehat berikut”SIAPA ANDA SEKARANG ADALAH SEBUAH REFLEKSI DIRI ANDA DIAMASA LALU DAN SIAPA ANDA PADA SAAT UMUR 65 TAHUN KELAK ADALAH SEBUAH REFLEKSI DIRI ANDA SEKARANG”
Dan ternyata ini sesuai dengan hukum agama apapun, yang berbunyi ALLAH TELAH SIAPKAN DUA TEMPAT TUJUAN AKHIR BAGI SELURUH MANUSIA,…MANUSIA TINGGAL MEMILIH YANG MANA DIA SUKA ( SURGA ATAU NERAKA) DAN DITENTUKAN APA YANG DIA PERBUAT SEMASA HIDUP DIDUNIA,(yang ini porsinya para ulama saya tidak berkompoten untuk membahas lebih dalam silakan berkonsultasi kepada ahlinya)


BERUSAHA “DIREPUBLIK KAPLING” Paulus s,Fajar
“Sesungguhnya setiap jengkal dan petak bumi nusantara ini telah dipecah pecah dalam satuan kapling ekonomi-politik,”Begitu kata sosilog Tamrin Amal Tamagola dalam sebuah artikel berjudul”Repulik kapling” Diharian kompas (14 february 2005)
Dalam tulisan tersebut,ia terlihat begitu kesal melihat wajah ekonomi Indonesia yang carut-marut,sementara Negara terlihat semakin impoten perannya.Menurut dia,setiap jengkal tanah Indonesia sebenarnya telah dikapling kapling dengan ukuran bervariasi sesuai dengan skala modal yang ditanam serta upeti yang disetorkan karekening pejabat Negara dan DPR ,baik dipusat maupun daerah.


Bukit bukit Timika untuk FREEPORT, Lhok seumawe untk EXON MOBIL, beberapa kabupaten di sulsel untuk MONSANTO, Buyat-Minahasa dan Sumbawa untuk NEWMONT INTERNATIONAL, Teluk Bintun di Papua untuk BRITISH PTROLEUM, Kaltim untuk PT KALTIM PRIMA COAL, Hutan papua untuk sejumlah jendral pensiunan.


Bahkan pulau Dewata,menurut dia,kini nyaris menjadi Negara bagian kesembilan Australia “Makin banyak usaha ekonomi-kesenian skala besar di Bali dan Jepara berpindah tangan ke pemodal asing, satu satunya Taman Burung di Bali pun berada di tangan pemodal asing” katanya getir.
Melihat haus dan rakusnya kaum birokrat di Indonesia ,hamper tidak ada lahan lahan financial yang tersisa,Dari dana pengungsi di depsos sampai lapangan parkir termasuk dikampus kampus,sudah habis dikapling kapling!


Lalu mana sebenarnya yang menjadi bagian kita Rakyat INDONESIA? YANG SEBAGIAN BESAR MASIH HIDUP SERBA KEKURANGAN! Apakah masih ada lahan BISNIS yang bisa digarap rakyat jelata untuk sekedar mempertahankan hidupnya!


Menurut data Biro Pusat statistic ,Ketika terjadi krisis ekonomi akut pada tahun 1997 jumlah penduduk miskin di INDONESIA sempat menyentuh anga 38 juta,belakangan angka tersebut parlahan lahan menurun,hingga pebruary 2004 te4rcatat menjadi 36,1 juta atau kira kira 16,6 persen dari total penduduk Indonesia yang sebesar 217 juta.


Tetapi setelah hampir delapan tahun (1997-2005) rakyat berjuang mengatasi diri keluar dari kemelut kris ekonomi,tiba tiba Tsuami datang memporak porandakan tatanan ekonomi rakyat . Bank pembangunan Asia (ADB) konon memperkirakan bencana tsunami akan menambah jumlah orag miskin sebanyak 1 juta orang!!
Yang jelas ,ditengah tengah absurditas ekonomi seperti inilah rakyat jelata harus berusaha mencari nafkah untuk mempertahankan hidupnya,sebagian, ada yang sukses ,sebagian ada yang gagal.tapi jika dihitung secara menyeluruh,tentu akan lebih banyak yang gagal.


Dan mengikuti filosofi laba laba ,kendati sarangnya berungkali robek,mereka tetap berusaha untuk memperbaikinya karena itulah sumber nafkah dan penghidupannya.
Dari bisnis yang enak dilihat (seperti jualan kelontong di warung warung dantoko toko)sampai bisnis yang ngawur (seperti buka lapak,ngasong dipintu pintu tol dan mengais ngais barang barang bekas ditempat tempat sampah) mereka lakukan dengan penuh kesadaran,merek hanya tahu bahwa hidup ini harus terus berjalan,betapa pun susahnya,betapapun pahitnya.


Apakah mereka yang setiap hari mengais rejeki ditumpukan sampah dari jam 5 pagi samapi jam 5 sore itu akan berubah nasibnya? Jangan jangan mereka bahkan sudah tidak pernah memikirkan lagi soal perubahan dan perbaikan. Tetapi kalaupun memikirkan itu,dan kemudian tahu bahwa jawabannya tidak bisa berubah,apakah mereka lantas berhenti mengais sampah???


Menurut seorang motivator rohani PAUL HIDAYAT STh, Perubahan hanya akan datang jika orang mau belajar, karena perubahan itu hakekatnya merupakan hasil akhir dari sebuah proses belajar yang panjang.
Tapi bila orang mempelajari kebenaran,tetapi tidak kunjung mengalami perubahan hidup ,maka hanya ada dua kemungkinan ,Pertama, orang itu tidak sungguh sungguh belajar, Kedua, yang dipelajari bukanlah kebenaran.
Seorang penasehat keuangan asal Australia PAUL HANNA mengatakan banyak orang suka melakukan jalan pintas karena mereka tidak puas dengan kondisi keuangan mereka,itu bisa dimengerti karena semua orang ingin meraih hasil leih baik,


Namun ketika kepercayaan diri anda berkurang, Anda akan mulai sangsi apakah Anda bisa mengubah nasib dan mencapai taraf hidup yang lebih baik, Banyak orang disekitar kita memilih mendapatkan uang seketika tidak perduli bagaimana caranya.
“TETAPI JIKA ANDA TETAP FOKUS PADA TUJUAN DAN MEMILIKI KETETAPAN HATI,UANG AKAN DATANG DENGAN SENDIRINYA”
Kata penasehat keuangan sejumlah perusahaan Intrnational seperti BMW,Qantas Airlines dan Mc Donal`s .
Dan untuk tetap focus pada tujuan serta punya ketetapan hati,Anda tentu tidak mungkin tidak belajar…. Jika orang tidak yakin pada diri sendiri,maka orang akan mulai menyerah dan tidak berfikir , ketahuilah kesuksesan tidak akan datang dari luar diri sendiri , justru sebaliknya, sukses hanya akan datang dari dalam diri sendiri.


Itulah mengapa ada cerita seorang pedagang asongan bisa berubah menjadi pemilik bank, Seorang agen perjalanan bisa punya perusahaan penerbangan,Seorang pedagang es teller bisa membuka kantor cabang di berbagai Negara.SELAMAT BERUSAHA DI REPUBLIK KAPLING


BELAJAR MERENCANAKAN
Dan disinilah peranan sebuah EVALUASI ,setiap saat atau minimal sebulan sekali kita melakukan evaluasi terhadap segala hal tentang diri kita ,keluarga kita,lingkungan kita dan yang lebih besar lagi ,kota kita,provinsi kita,Negara kita ,dunia kita ,akherat kita.


Dalam keluarga misalnya.evaluasi yang paling mudah adalah terhadap urusan ekonomi keluarga, mudah dinilai karena ada angka angkanya, SURPLUS atau DEFISIT..?,Kalau DEFISIT ,pemborosan terjadi dimana?,transfortasi?,sembako? Atau mungkin yang lain..!


Lalu,bagaimana soal investasi??????Apakah usaha warung,..salon ,…atau jualan roti , atau jualan pulsa,atau bisnis lain berjalan dengan baik???…Kalau tidak harus dinilai kembali,..Dan dicari sebab sebab kegagalannya,..begitulah kira kira yang harus kita lakukan minimal sebulan sekali.
Yang menarik adalah jawaban atas pertanyaan itu,Dia menjadi masukan yang sangat berharga..UNtuk apa lagi kalau bukan untuk rencana baru kedepan,..Karena “RENCANA DIDASARKAN PADA APA YANG DIMILIKI SAAT INI..TAK PERNAH DARI ANGKA NOL.


EVALUASI (menilai masa lalu) dan RENCANA (menata masa depan) menyatu dalam kondisi Anda “saat ini “ .kemarin dan esok itu abstrak,tak ada.yang riil itu adalah hari ini.Makanya tidak bisa tidak anda harus jujur dengan “KONDISI” hari ini.Kalau tidak,EVALUASI hanya pelipur lara dan rencana itu hanya ilusi belaka.
Kendati belum optimal,kebiasaan Anda-kalau demikian-membuat rencana dan evaluasi merupakan tradisi yang harus dipertahankan,tak banyak orang dari negeri ini yang meniti kebiasaan seperti itu,Maklum itu bukan kebiasaan kita.itu disiplin dari~dunia lain~.Tentu disiplin itu tidak turun dari langit
Dia dibangun sekurang kurang diatas dua landasan…PERTAMA, disiplin dibangun diatas pemahaman soal waktu.Bagi kita orang Indonesia kebanyakan menganggap hari ini selalu datang berulang.pagi,siang,sore dan malam yang terjadi hari ini adalah lingkaran berulang dari kemarin.

Jadi sama saja,Besok dia datang lagi.
Karena itu.bagi kita tak ada ~waktu terbuang~,dia hanya pergi kemudian datang lagi,jadi tidak perlu harus buru buru,Hidup itu mengalir saja,Tak perlu ada rencana dan langkah yang terlalu ketat,karena kalau gagal,besok bisa di ulang,


Bagi mereka yang berada dibelahan bumi yang lain,waktu itu linier,dia bergerak pada garis lurus yang tak ada ujungnya.detik ,menit ,jam,hari ,minggu,bulan dan tahun itu merupakan titik yang berbeda,kalau tidak digunakan secara baik maka kita sudah beraada pada titik waktu yang lain.Dia habis dan tak terulang lagi.Jadi waktu itu mereka gunakan dengan baik,Pekerjaan harus penuh rencana,TIME IS MONEY,buang waktu identik dengan buang uang.


KEDUA..,Bukan saja soal memahami waktu yang berbeda,ALAM juga berbeda ,Kita hanya mengenal musim panas dan hujan,Didaerah tropis yang subur,tongkat kayu bisa jadi tanaman,,Tanam apa saja hidup, sepanjang tahun ,bahkan hutan hutan tak habis habis menyediakan makanan.dimusim hujan maupun dimusim panas,Belum lautannya, seperti kolam ikan raksasa,,kapan butuh tangkap saja,Mulai dari ikan teri sampai ikan paus raksasa.


Buat kita yang hidup di alam dan musim seperti ini merasa tidak perlu rencana yang detil buat stok makanan untuk jangka panjang.Kita biasa bekerja hari ini untuk hari ini pula,Maka lahirlah bangsa yang “BERMENTAL ENAK” dari kawasan tropis yang tak terbiasa berpikir panjang,Untuk apa wong semuanya tersedia..!


Berbeda “pengalaman” dengan orang orang dari wilayah empat musim. DIsana, tanaman hanya bisa hidup layak pada musi panas,Itupun berlangsung singkat,tiga ,empat bulan setahun,selebihnya pada musim gugur,dingin dan semi ,alam tak membawa rizqi.
Tapi disinilah tantangannya.Mereka harus merencanakan dengan baik.Berapa banyak bahan makanan yang harus dihasilkan sehingga pada musim dingin mereka tidak kehabisan bahan makanan.Maka mulailah muncul teknologi,sekurang kurangnya dengan alasan pengawetan.


Maka tak usah heran kalau banyak suku bangsa diwilayah utara dengan”empat musim” itu lebih maju dan makmur hidupnya,Disana bermukim bangsa yang tidak hanya dinamis,tapi juga banyak akal dan pintar berencana,Buktinya gambling, sampai sekarang disana berdiam sebagian besar Negara yang hingga saat ni menjadi donator buat kita diselatan.


Itulah kenyataan.Kita harus belajar ~yang baik~dari mereka.Tak perlu lagi disetir oleh alam,Tak untung pula mewarisi kebiasaan tak sehat,bekerja tanpa rencana.Termasuk dalam merencanakan keuangan keluarga,FINANCIAL PLANNING. Maka belajarlah “berencana”.Mulai dari keluarga kita masing masing.Kata orang bijak “PLANNING OR NOTHING.selamat membaca.


Sumber :  Horasmedan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar